Sabtu, 30 Agustus 2014

Kejadian ini saya alami pada tanggal 6 Agustus 2014, kronologisnya saya ingin membeli modem bolt melalui salah satu situs belanja online, dimana ada pengiklan yang menawarkan modem dengan harga yang paling murah namun logis, awalnya komunikasi lancar dan tawar menawar dan disepakati harga tiga (3) modem wifi yaitu Rp. 850.000 sudah termasuk ongkos kirim. Wah, senang banget tentunya karena sudah murah, dapat diskon + free ongkir. langsung ambil token dan siap-siap transaksi online via e banking, tapi dicoba berkali-kali, dengan tabungan bank yang berbeda namun tetap saja uangnya tidak bisa terkirim, mungkin dia kasih nomor yang salah namun dia bersikeras itu nomor yang benar, lalu diberikanlah nomor rekening dari bank yang berbeda dan atas nama berbeda pula, coba kirim lagi dan akhirnya berhasil namun sebelumnya saya foto untuk bukti kirim. Sayang pada hari itu barangnya belum dikirim karena alasan jasa ekspedisinya sedang tutup mungkin karena malam atau masih libur lebaran, yah.. sedikit kecewa namun masih bisa diterima, berpikir positif aja dulu.

keesokan harinya orangnya saya hubungi lagi dan dia jawab kantor jasa ekspedisi masih tutup dan saya mulai curiga dan bertanya lokasi alamatnya, namun tidak dijawab dan saya telpon juga tidak diangkat bahkan tidak aktif. Keesokan harinya lagi saya benar-benar curiga dan mengancam untuk melaporkan ke polisi dan nomornya sangat sulit dihubungi dan tidak ada respon, kesabaran habis, saya telpon customer service bank bersangkutan untuk melaporkan cara memblokir rekening penipu tersebut, dia memberikan petunjuk cara memblokir rekening penipu tersebut yaitu:
1.  Foto kopi KTP kita sendiri
2. Bukti transaksi transfer ke penipu (untung saya foto bukti transfer online saya lewat e banking)
3. Kronologi kejadian dan tanda tangan dengan materai 6000 (ketik sendiri)
4. Permintaan Blokir rekening penipu dengan materai 6000 (ketik sendiri)
5. Laporan Perkara dari Kepolisian (terlampir di bawah)



Paginya saya siapkan semua dokumen dan saya ke kantor Polisi sambil ngatar istri ke rumah sakit. Saya kirim pesan dan telpon berkali-kali namun kadang aktif dan kadang tidak dan pastinya tidak ada respon, laporan pun terus berlanjut hampir tengah hari selesailah laporan dan BAP dan saya juga sudah berusaha berkomunikasi dengan penipu tersebut karena saya masih berpikir siapa tau orang ini bukan penipu. Setelah sholat Jumat, saya ke kantor bank terdekat untuk "BLOKIR" rekening penipu tersebut.
Sesaat sebelum blokir rekening penipu tersebut, saya konfirmasi lagi via pesan WA/ SMS dan telpon dengan penipu namun tidak dibalas dan diangkat. Ya sudah, nasib penipu tersebut sudah selesai, rekening bank nya terblokir lalu sorenya saya laporkan ke situs jual beli online untuk menghapus akun penipu tersebut dan hanya beberapa saat saja akunnya dihapus.

Tiba-tiba si penipunya membalas pesan saya "gan, barangnya sudah saya kirim", lalu saya balas "yah, telat mas, saya sudah lapor polisi dan blokir rekening sampean dan mungkin sebentar lagi akun di jual beli online sampean akan di blok". Lalu penipu balas "kok cepat-cepat lapor polisi mas, bagaimana ini urusannya, atau saya balikin lagi uangnya?", sederhanya saya jawab bahwa dia tidak akan ada masalah jika bukti pengiriman barang atau transfer balik uangnya itu dia simpan dan dia ke bank untuk buka blokirannya. Lalu penipu tersebut kirim pesan lagi ke saya "Mas, ternyata barang kirimannya dibalikin lagi dari jasa ekspedisinya, uangnya saya kirim balik saja ya?". Ya jelas aja jawabnya gitu, wong barangnya memang ga' pernah dikirim dan sampean penipu ulung. Ujung cerita dia mengembalikan uang saya kembali namun mungkin dengan kesalnya walau tidak menyesal dia menggerutu karena dia tidak dapat apa-apa dari saya malah akun banknya saya blokir, akun jual beli online juga diblokir serta dilaporkan ke polisi.

Perlu dicatat, pihak berwajib mungkin mengatakan bahwa nomor rekening pelaku akan di blokir oleh Polisi dan pelaku biasanya sudah mengosongkan rekeningnya, tapi saya menyarankan, anda sendiri yang datang ke bank dan urus pemblokiran secepatnya, secepatnya setelah diyakini tidak ada itikat baik dan memang dugaannya sangat kuat bahwa kita menjadi korban penipuan.  Saran: jika sudah mendapatkan surat laporan perkara dari Kepolisian, sebaiknya langsung ke bank untuk pemblokiran baru kita lakukan BAP jika diperlukan, karena biasanya proses BAP memakan waktu yang lumayan lama dan waktu operasional Bank hanya sampai jam 3 sore.

Jadi intinya belanja online sebenarnya aman asal kita tau cara antisipasi dan mensiasatinya, semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang menjadi korban penipuan. Saya mungkin baru satu (1) tahun melakukan jual beli online, dan akhirnya merasakan kejahatan oknum yang tidak bertanggung jawab, namun mungkin oknum-oknum tersebut akan berpikir dua (2) kali jika akan mengulangi perbuatannya jika kita blokir bank dan akun mereka serta melaporkannya ke Polisi.


Regards,


Les Souvenirs- Indonesia
085281845305

2 komentar:

  1. Waspadalah terhadap aksi penipu yang dilakukan Alvin Yosia Setiawan alias Yepasloya advertising dengan modus penipuan jasa promote pin BB. menggunakan rek BCA 3890433871 no HP 083857632136 pin BB 2B3DBC52 dan 51EBF330. beralamat di seputar Kertoarjo Surabaya Jatim.

    BalasHapus
  2. Bagaimana ngenlokir akun jual belinya?sy jg mengalami hal serupa sdh 2 bln sy sabar2 n dia alasan sama melulu klo ga barang di cek di gudang ya kantor pengirimannya blm kasih2 resi, sy sih mau akun dia di blokir aja ksian sm yg beli ky sy nntny..

    BalasHapus

Translate

Categories

Cintailah Produk Indonesia

Cintailah Produk Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
Berawal dari produsen souvenir gunting kuku
Les Souvenirs Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts