Rabu, 10 September 2014

Alhamdulillah, masa 1 tahun sudah dilalui. Akhirnya saya banyak belajar dari memulai suatu bisnis. Ini sebenarnya bukan project usaha saya yang pertama, yang pertama itu buka warung makan pecel lele dan pecel ayam, tapi harus ditutup karena ga' terurus dengan baik, baru buka udah saya tinggal jalan-jalan ke luar negeri untuk menuhin cita-cita dan percayakan pada dua pegawai yang masih tergolong ABG. Namanya pilihan, harus ada yang dikorbankan. Ya seperti itulah usaha, kitalah yang menentukan usaha apa yang kita kerjakan, seberapa besar usahanya dan seberapa besar hasilnya. Saya tutup warung makan pecel lele bukan karena bangkrut, tapi memang pilihan, jika hanya akan jadi beban dan usaha yang dikeluarkan tidak sepadan dengan hasilnya, saat itulah kita harus pilih untuk mengalihkan modal  kita dari sana. ya paling tidak meski hanya 3 bulan, ada sedikit pelajaran berharga yang bisa saya dapatkan untuk memulai usaha selanjutnya.



Saat Memulai
September tahun 2013 lalu, setelah pulang dari bulan madu ke Malaysia ( ini merupakan trip kedua saya ke Malaysia, namun kali ini bersama istri, dan trip yang pertama yaitu waktu buka usaha yang gagal tadi), Les Souvenirs Indonesia saya running mulai dari kampus di Depok tempat saya dulu kuliah. Saya masih kaku dan berkeringat waktu keliling jalan kaki dari satu fakultas ke fakultas lain untuk menawarkan dan menitipkan souvenir buatan saya di koperasi mahasiswa masing-masing Fakultas, ada yang mau dititipin dan ada juga yang minta pertimbangan pengurus bahkan ada yang menolak. Benar saja, memang untuk memulai usaha itu harus hilangkan rasa malu dan gengsi, bahkan istri juga bantu menawarkan ke teman-teman kuliahnya di kelas, alhamdulillah ada yang laku, barang buatan kita dibeli orang dan meski uang yang diterima tidak seberapa tapi rasanya bagaikan dapat uang gaji pertama. Sesuatu banget... Inilah obat mujarab dari hasil kita melawan malu, setiap uang yang kita terima dari hasil karya kita meskipun sedikit namun terasa lebih bermakna daripada dari gaji yang masuk ke rekening setiap bulan yang bisa mencapai puluhan kali lipat.

Tiga Bulan Pertama
Ini dia, tiga bulan pertama usaha itu akan benar-benar teruji bahkan sangat krusial menentukan masa depan usaha ini. Jika gagal bisa saja nasibnya akan sama dengan project usaha saya yang pertama yaitu gagal di 3 bulan pertama. Prinsipnya harus bisa ambil pelajaran dari tiga bulan pertama, setelah lulus dari 3 bulan pertama maka kita bisa bilang usaha ini layak untuk dikembangkan dan diteruskan. Pelajaran yang bisa saya ambil yaitu, mulailah dari modal yang terukur (jangan gunakan semua uang yang kita punya untuk modal), usahakan jangan hutang, pikirkan risikonya jika usahanya mandek atau gagal. Mulailah mempelajari harga, lokasi, dan waktu yang pas untuk memasarkan produk kita. Mempelajari harga tentunya sangat penting, jangan sampai harga yang kita pasarkan ternyata menjadikan dia tidak layak untuk diusahakan atau bahkan justru membuat produk kita tidak laku di pasaran. Mempelajari lokasi yang bagus maksudnya lebih kepada dimana tempat yang paling laris, potensial atau bahkan pelajari lokasi mana yang tidak potensial, yang tidak potensial sebaiknya kita tarik karena akan buang-buang waktu dan modal kita, ingat modal harus tetap berputar. Pelajari waktu atau moment juga penting, lihat kapan ada acara yang ramai, kapan tempat itu sepi atau kapan biasanya orang berbelanja. Intinya kita belajar pola untuk memprediksi dan mengatur strategi lebih lanjut.

Satu Tahun Pertama
Setelah tiga bulan pertama sudah dilewati, kita sudah tau potensi dan pola usaha kita, jika kita ada modal lebih namun harus terukur, coba kembangkan usaha kita dengan cara memperluas pasar dan jenis produk. Sebenarnya bisa dibilang, ujian satu tahun pertama lebih berat dari tiga bulan pertama (ya iya lah, 3 bulan pertama bagian dari satu tahun pertama), namun memang sangat berbeda dari 3 bulan pertama dan bulan selanjutnya hingga tahun pertama. Pada 3 bulan pertama menentukan apakah usaha ini layak atau tidak dilanjutkan (meskipun sebelum kita menjalankan usaha kita harus hitung studi kelayakan atau perencanaan usaha, namun 3 bulan pertama merupakan kondisi aktualnya), sedangkan bulan selanjutnya hingga 1 tahun pertama kita bisa menciptakan peluang. Saya menciptakan peluang dengan cara memperluas pemasaran hingga Pulau Belitung (tempat lahir saya) pada bulan ketiga ternyata hasilnya di luar perkiraan saya, produknya laris manis. Selanjutnya memperbanyak produk, ini dia, pelajaran lagi yang saya dapat, saya coba usaha kulakan barang selain souvenir yang modalnya dari hasil jual souvenir dan dikirim ke Belitung, hasilnya tidak terlalu memuaskan. Tapi saya tidak bangkrut meski aliran uang dari kulakan tersebut kurang bagus karena saya hanya menggunakan 30% dari total modal saya, terus terang modal saya sudah balik pada bulan ke 6, jadi sisa produk saya yang masih di rumah dan di gerai-gerai itu adalah untung saya. Modal tersebutpun bisa cepat kembali setelah bulan ke tiga telah terlewati, setelah bulan kedelapan modal saya sudah 2 kali lipat. Disini saya merecik strategi ekspansi & penetrasi pasar serta pengembangan produk.

Kita punya strategi namun pelajaran dan pengalamanlah yang kita dapatkan setelah menerapkan strategi tersebut, ada yang mulus dan ada yang stagnan. Pada bulan ke-8 saya coba memproduksi souvenir dua kali lipat daripada produksi pertama dan artinya saya mempertaruhkan semua hasil pejualan selama enam bulan ditambah 30% dari modal awal untuk produk kulakan jadi saya sudah mengeluarkan 230% dari modal awal pada bulan ke delapan, saya ambil modalnya dari uang cadangan modal 3 juta (memang sudah dipersiapkan untuk antisipasi usaha gagal atau antisipasi untuk memperluas usaha). Singkat katanya pada bulan ke delapan status modal cash saya sudah habis meskipun pada bulan yang sama saya sudah dapat uang dua kali lipat dari modal awal, bahkan cadangannya sadah saya pakai. Tidak sampai disana, saya pun mencoba membuat produk souvenir baru dengan modal 4 juta yang saya pinjam dari tabungan saya sendiri. Tidak disangka pelajaran juga yang saya dapat, saya terlalu berani mengambil risiko dengan menghabiskan uang yang didapat ditambah utang modal, untuk berapa bulan saya stagnan mungkin karena memasuki libur kuliah dan di Belitung pun hampir sama, banyak orang yang ke pulau Jawa untuk mencari tempat kuliah (biasanya ekspansi pelajar besar-besaran). Masa-masa ini merupakan masa sulit, kalau dalam usaha menengah ke atas posisi keuangan seperti ini sangat berisiko.Istilahnya saldo minus namun income 0.

Di hampir dipenghujung 1 tahun terakhir ini sungguh di luar dugaan saya, saya mendapatkan kembali uang dari hasil penjualan, cukup untuk mengisi uang cadangan modal 3 juta dan membayar hutang saya 4 juta. Artinya akhir tahun pertama kembali lagi seperti semula dengan saldo 0 rupiah, cadangan modal 3 juta rupiah dan tanpa hutang namun dengan modal barang yang sekarang nilainya setara dengan 4 kali modal pertama (perhitungan modal berdasarkan nilai beli bukan nilai jual), dan yang paling penting adalah dalam 1 tahun saya sudah dapat pelajaran berharga.

Mudah-mudahan pada tahun berikutnya kita buka dengan lembaran baru, kita coba jualan siomay dan ekkado tapi tetap produksi & distribusi souvenir. Untuk souvenir saya sudah tidak kwatir karena sudah tau pola, potensi, dan barangnya juga sudah ada. Jadi cadangan modal tersebut juga bisa dipakai untuk usaha baru saya (makanan) + saya tidak perlu beli-beli perabot/ alat masakan karena saya pakai perabot eks usaha pertama saya, balik lagi ke awal. :).

Mudah-mudahan ada cerita berbeda lagi setelah 2 tahun usaha, 3 tahun dan 5 tahun. Mudah-mudahan setelah  5 tahun berdiri nanti usaha ini bisa menjadi pendapatan utama. amin.Usaha itu memang seni.




1 komentar:

  1. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Apakah Anda perlu
    pinjaman untuk memulai bisnis atau untuk membayar tagihan Anda?
    Kami memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bantuan dan kami memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%.
    Terapkan Sekarang Via Email: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu Kelly

    BalasHapus

Translate

Categories

Cintailah Produk Indonesia

Cintailah Produk Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
Berawal dari produsen souvenir gunting kuku
Les Souvenirs Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts