Sabtu, 01 November 2014

Mancrafter,

Menjadi seorang pria, suami, atau ayah tidak membatasi kita untuk membuat kerajinan. Dahulu, banyak kerajinan atau pekerjaan yang berkaitan dengan produk yang indah-indah dikerjakan oleh wanita, termasuk memasak, menghias, menyulam, desainer, menjahit, dan lain-lain, namun nyatanya tidak sedikit seniman-seniman bahkan mahestro berasal dari kaum adam tulen. Wanita memang identik dengan keindahan, ketelitian dan kesabarannya, oleh karena itu banyak sekali pengrajin-pengrajin merupakan wanita, namun jika menyangkut produksi atau industri, kaum lelakipun tidak mau kalah.


Berawal saat melihat baby box atau baby bed (tempat tidur bayi) yang ada di internet, langsung terlintas untuk membuat baby box tersebut mengingat alat-alat sudah ada meskipun alakadar dan waktu kelahiran buah hati sudah semakin dekat. Baby box yang menjadi inspirasi saya berasal dari Turki, wow, sangat indah dan tidak ada di Indonesia, harganya wow juga sekitar $1400. Alhasil seperti mengerjakan project, harus buat design dulu, dibuat pola, dipotong, dirangkai, dipasang mekanik seperti engsel, holder, roda, dll, di dempul, dicat lalu di coating untuk finishing supaya tidak mudah lecet. Pengecatannya pun harus berlapis-lapis, bisa menggunakan teknik kuas ataupun semprot.



Dalam mendisain tempat tidur bayi kita juga harus memperhatikan sisi keselamatan dan kesehatannya, ya mungkin karena background pendidikan saya dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Safety, makanya saya concern juga untuk masalah ini, baik dari dimensi, material, ujung-ujung yang tajam, jenis cat, desain pintu, dan lain-lain. Dalam mendesain tempat tidur bayi yang harus diperhatikan yaitu mau didesain sampai berapa tahun si anak tidur disana (kalau saya merujuk pada ukuran standard box bayi, saya menggunakan ukuran 70x110cm) cukup untuk dia 3-5 tahun, untuk tinggi tanggul juga harus memperhitungkan jika dia sudah bisa berdiri, dia tidak dengan mudah melompat dari tempat tidurnya, maklum anak baru bisa berdiri atau masih kecil biasa manjat-manjat, oleh karena itu desianlah ketinggian tanggul lebih dari 50cm, idealnya 60-70cm. Masalahnya jika kita mendesain sangat tinggi, maka kita kesulitan untuk mengambil atau mengangkat si kecil dari tempat tidurnya, oleh karena itu designnya kita ganti dengan manambahkan engsel/ pintu ditengah-tengah tinggi tanggul jadi kita tidak harus membungkuk untuk mengambil si bayi. Perhatikan juga jangan sampai ujung-ujung dari tempat tidur tersebut ada bagian yang tajam, paku yang menonjol atau bekas gergajian yang tidak rata yang mungkin bisa menyebabkan bayi terluka. ketebalan multiplexnya jangan terlalu tipis, perkirakan bisa mampu menahan anak yang berumur 5 tahun. Selain itu gunakanlah cat yang aman, atau biarkan beberapa minggu jika menggunakan cat minyak supaya catnya benar-benar mengering dan tidak berbau lagi, oh iya, cara mengecatnya harus selapis demi selapis hingga catnya rata, saya menggunakan cat 3 (tiga) lapis dalam pembuatan box bayi ini, pastikan cat kering dulu baru diberi lapisan lagi, untuk hasil maksimal, amplas cat sebelum dilapisi lagi supaya rata, tahap yang terpenting dalam pengecatan adalah menyediakan permukaan yang rata, karena apabila permukaannya tidak rata entah karena permukaan kayu yang berpori, bekas rambut/ kuas yang menempel, cat yang tidak rata, atau ada binatang saat pengeringan maka lapisan cat selanjutnya tidak akan memberikan hasil yang maksimal.


Membuat tempat tidur bayi sendiri ternyata bukanlah hal yang mudah dan murah, perlu waktu yang banyak dan modal yang tidak sedikit, meski lebih murah dibandingkan dengan harga aslinya, tapi ternyata hampir sama dengan harga tempat tidur bayi yang ada dipasaran. Tapi tentu saja memberikan hasil karya tangan sendiri kepada anak itu memiliki kepuasan tersendiri karena membuatnya dengan rasa cinta dan kasih sayang :).


Modelnya sudah dimodifikasi dari desain awalnya sesuai dengan kebutuhan dan faktor ergonominya juga.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Categories

Cintailah Produk Indonesia

Cintailah Produk Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
Berawal dari produsen souvenir gunting kuku
Les Souvenirs Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts