Sabtu, 30 Mei 2015

Terkadang kagum dengan teman-teman SMA dikampung dulu, kalau diidentifikasi satu-persatu ternyata saya bukanlahapa-apa dibandingkan dengan teman-teman seangkatan di SMA Negeri 1 Tanjungpandan dulu, tapi minimal bisa survive hidup :).

Kalau dihitung-hitung, sangat banyak di antara kita yang sudah lulus S2 saat ini, beberapa orang-orang hebat di mereka ada juga banyak yang menjadi dokter, pengusaha, pendiri perusahaan/ yayasan, karyawan bank atau bekerja di perusahaan internasional, berkeliling Indonesia bahkan mancanegara, Bahkan ada yang menjadi calon astronot pertama orang Indonesia. Hebat-hebat semua. Padahal kami dari sekolah yang jauh dari pusat pembangunan. Namun satu kebanggaan kami, sekolah kami merupakan sekolah terbaik di kota pulau kami, Belitung atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan pulau Belitong, dipopulerkan oleh Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi, ya itu juga kebanggan kami dan mungkin sedikit banyak ketenaran novel Laskar Pelangi juga mempengaruhi semangat kami.


Pasti banyak yang telah terjadi sehingga mereka mencapai titik seperti sekarang ini, dan itu tentu tidak dicapai dengan mudah. Tapi tidak terasa ternyata sudah 9 tahun berlalu setelah kami lulus SMA, masih ingat dibayangan saya perjuangan kami dulu setelah lulus SMA.

Saya masih ingat waktu kami lulus dulu, kami terbagi menjadi beberapa kelompok, ada yang kelompok yang tinggal di Belitung dan mengikuti seleksi Polisi, ada yang ke Semarang dengan tujuan menjadi Taruna di maritim dan ada juga yang kuliah, tapi sebagian besar kami menuju Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Kelompok Jakarta umumnya adalah keturunan Tionghoa yang ingin mengenyam pendidikan di Universitas Swasta, sedangkan kami yang di Bandung mengejar Universitas Negeri. Kelompok Bandung merupakan kelompok paling besar mengingat waktu itu terjadi bencana Gempa Bumi di Yogyakarta sehingga membuat peminatnya lebih sedikit. Dan saya dulu ikut kelompok Bandung, kebanyakan di antara kami ke Bandung untuk ikut bimbel namun sebagian lagi hanya ikut-ikutan, termasuk saya (mungkin cuma saya ikut-ikutan ga' ikut Bimbel). Selama tinggal disana untuk beberapa bulan, kegiatan saya jalan-jalan, belakar, ikut-ikut try out dari kakak-kakak angkatan dari Belitung, dan tujuan terpenting saya adalah mencari informasi perguruan tinggi negeri.

Waktu saringan masuk perguruan tinggi negeri sudah tiba, tidak sedikit dari kami yang ikut ujian di Bandung, namun ada beberapa yang malah mengambil pilihan universitas di luar kota Bandung untuk antisipasi jika tidak lulus pada Sekolah Tinggi Favorit di Bandung (umumnya pilihan pertama umumnya adalah ITB & UPI, pilihan ke dua adalah univ. negeri di luar bandung), ada yang memilih ke Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Sumatera, dll, dan saya pun di antara mereka, pilihan pertama saya adalah universitas di Depok dan pilihan ke dua adalah di Palembang. Sebenarnya pilihan pertama saya adalah universitas di Palembang yaitu dokter gigi, tapi karena passing grade nya masih di bawah universitas di Depok, saya tempatkan pilihan pertama saya berdasarkan passing grade, lagi pula dulu abang saya pernah juga tinggal di Depok.

Ujian tersebut merupakan ukuran dari hasil usaha kami selama merantau setelah SMA, hasilnya akan menentukan jalan masa depan kami. Setelah ujian tersebutpun kami berbondong-bondong pulang ke Belitung sambil menunggu hasil ujiannya. Sebagian kami lulus namun sebagian dari kami belum bisa lulus dan masih harus berjuang mencari tempat kuliahnya. Meskipun kami lulus ujian sama-sama di Bandung, ternyata tidak sedikit dari kami yang meninggalkan Bandung, segala perjuangan di Bandung bersama teman-teman termasuk hal yang seru, tapi pada akhirnya kami pun harus berjuang masing-masing di tempat baru kami untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Categories

Cintailah Produk Indonesia

Cintailah Produk Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
Berawal dari produsen souvenir gunting kuku
Les Souvenirs Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts