Minggu, 15 November 2015

Ga' terasa ada notifikasi dari web domain berbayar yang saya gunakan untuk blog saya ini. artinya sadah 2 tahun saya menggunakan alamat website www.lessouvenirs-indonesia.com ini. Tiba-tiba pengen menulis sesuatu di blog ini. Saya sebenarnya bukan seseorang yang suka menulis atau membaca, buku catatan saya sejak SD, SMP, SMA, Kuliah bahkan kerja bukanlah buku catatan yang baik, saat SD dan SMP buku catatan saya amburadul campur-campur (1 buku beberapa mata pelajaran bahkan multifungsi jadi buku gambar di bagian belakang), kalau SMA, S1 dan S2 bisa dikatakan saya sangat irit menggunakan buku (bisa dibilang mungkin 1 tahun cuma 1 buku campur semua mata pelajaran/ kuliah+jadi buku gambar), kalau saat kerja nyaris saya tidak menggunakan buku catatan sama sekali, mungkin dalam 5 tahun hanya berapa lembar saya pakai untuk mencatat. Itu cukup membuktikan bahwa saya bukan penulis yang baik, begitu juga dengan membaca... Dari SD sampai kuliah saya tidak jauh-jauh dari perpustakaan, baik SD, SMP, SMA, maupun Kuliah saya tidak jauh-jauh dari perpustakaan, ini serius, bukan karena suka membaca, tapi memang saya suka perpustakaan dan suka buku, tapi tidak berarti saya suka membaca.

Entah mengapa tanpa disadari atau tidak, saya suka perpustakaan dan berhubungan dengan buku-buku. Dari SD, di dekat rumah saya ada Perpustakaan Nasional daerah milik pemda, benar-benar dekat, hampir sebagian waktu bermain saya ada di perpus. Disana sepi, hanya ada petugas perpustakaan yang juga menjadi penjaga perpustakaan, saya sangat akrab dengan petugas perpus, di perpustakaan saya sering beristirahat, dan sering juga membuka buku, banyak buku yang saya buka namun untuk melihat gambar-gambarnya saja, buku yang saya lihat juga beragam, sangat banyak. Setelah masuk SLTP (SMP), berbeda di SD saya yang tidak punya Perpustakaan, di SLTP saya yang merupakan SLTP favorit memiliki gedung perpustakaan yang cukup besar dan lengkap, tanpa dikomando saya pun senang main ke perpustakaan, tidak tau kenapa seperti ada magnet saya suka ke perpustakaan dan suka dengan buku namun tidak untuk membaca. Di perpustakaan SLTP saya pun senang main kesana, melihat-lihat buku-buku ilmiah alam, biologi, dll yang umumnya bergambar, kadang pula sering membantu petugas disana, itulah keseharian saya saat jam istirahat tiba, yang biasanya anak lain ke kantin sekolah tapi saya ke perpustakaan, aktifitas yang tidak mengeluarkan uang sama sekali :). Beranjak SLTA (SMA) kebetulan waktu kelas tiga (III) kelas saya bersebelahan dengan perpustakaan, jadi ke perpus itu tinggal meluncur saja, lebih tepatnya tujuan ke perpus karena ikut-ikutan teman ke perpus dan disana kita belajar (terus terang kalau di kelas sangat berisik/ ribut- termasuk saya merupakan biang keributan di kelas), jadi kalau mau belajar pelajaran dengan tenang, tinggal pindah ke perpustakaan.

Tapi yang menarik dari cerita perpustakaan adalah saat saya kuliah S1, menjadi Abnon Jagpus (Abang None Jaga Perpus) merupakan kebanggan tersendiri, menjadi mahasiswa yang diperbantukan untuk menjaga perpustakaan fakultas itu sangat membanggakan saya, karena bisa "menghasilkan" uang juga. Saya kerja di perpus kalau tidak salah dari semester tiga hingga lulus setelah semester 7. Banyak pengalaman berharga disana, banyak teman juga yang jaga perpus, berasa seperti pekerja benaran, pekerjaannya sangat dekat dengan buku-buku, pekerjaan kita mulai dari mengatur penyimpanan tas, registrasi buku, peminjaman/ pengembalian buku, merapikan buku, dll. Bahkan data-data yang tidak bisa diakses dari mahasiswa biasa kita bisa dapatkan :), ya itulah keuntungan bekerja di Perpustakaan.

Setelah lulus skripsi dan menunggu wisuda dan pekerjaan, perjalanan saya menuju perpustakaan tidak sampai disitu, selama 2 mingguan saya intensif berada di perpustakaan Fakultas  Psikologi di kampus, tujuannya untuk lebih memahami dan mempelajari psikologi terutama psikologi kerja, kali ini ilmu itu harus didapatkan dengan membaca, saya tidak lagi mempelajari untuk menjawab test psikologi saat melamar kerja, tapi saya lebih ingin mempelajari psikologi lebih banyak, pilihan saya tepat, ternyata dalam test psikologi memang tidak ada jawaban benar atau salah, namun apakah sesuai atau tidak sesuai untuk posisi yang kita lamar.

Sewaktu bekerja menjadi karyawan normal pada umumnya + jadi mahasiswa juga, disitu saya pernah mengalami penurunan motivasi, bahkan saya pun curhat kepada bos besar saya waktu itu, lalu dia memberikan satu jawaban yang sederhana untuk obat saya, dia menyarankan bahwa obat saya kali ini adalah membaca, bacalah... Resep itupun saya ambil dan saya tebus gratis di toko buku, ya gratis alias tidak membayar, untungnya di kota yang saya tinggali itu terdapat sebuah toko buku ternama yang memiliki stok buku untuk dibaca gratis, tempatnya nyaman ada musik yang sangat menenangkan, ditambah lagi saya membaca sebuah buku novel yang menurut saya sangat bagus, bukan buku motivasi-motivasi kerja, tapi buku cerita yang sangat inspiratif buat saya, dan saat itu saya sangat merasakan manfaat membaca, tidak hanya bisa menambah ilmu bahkan bisa mengobati motivasi kita. Sebenarnya menulis juga tidak berbeda dengan membaca, menulis juga bisa menjadi suatu sarana mengobati hati kita, lihat orang yang tidak bisa curhat dengan orang lain maka dia bisa curhat dalam bukunya, bahkan ada seorang pesohor negeri ini yang diberikan resep oleh dokternya yaitu dia harus menulis, alhasil tulisannya menjadi obatnya, bahkan bisa menjadi novel yang menginspirasi orang lain bahkan difilmkan menjadi salah satu film terlaris di negeri ini. Sangat luar biasa kekuatan dalam aktifitas membaca dan menulis tersebut.

Saya memang bukan kutu buku yang sepanjang waktu banyak membunuh waktunya untuk membaca buku, namun bisa dibilang hidup saya juga tidak jauh dari buku atau perpustakaan. Saya juga bukan penulis atau pencatat yang baik dan rajin, tapi saya juga tidak bisa menghindari diri saya untuk menulis termasuk menulis tulisan blog ini, bisa untuk mengobati kepenatan atau lebih tepatnya untuk mengenang apa yang pernah saya lakukan masa lalu, melawan lupa, dan lebih mengenal diri kita sendiri.



0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Categories

Cintailah Produk Indonesia

Cintailah Produk Indonesia

Mengenai Saya

Foto saya
Berawal dari produsen souvenir gunting kuku
Les Souvenirs Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts